Langsung ke konten utama
jurnal ppgku
- JURNAL PEMBELAJARANKU
MODUL 1
PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL
(PSE)
Disusun oleh:
- Nama : Kasmiah
- Nim : 25105465678
- LPTK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
PENDIDIKAN PROFESI GURU TERTENU
TAHAP 2 TAHUN 2025
- A. Latar Belakang Pembelajaran Sosial Emosional Dalam dunia Pendidikan saat ini, keberhasilan siswa ditentukan oleh kemampuan akademik
semata, tetapi juga kemampuan ketrampilan sosial dan emosional yang dimilikinya. Pembelajaran
emosional merupakan pendekatan pendidikan yang berfokus pada pengembangan lima
kompetensi utama yaitu kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi,
dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pembelajaran sosial emosional membantu
hubungan yang sehat, serta membuat keputusan yang logis, kreatif dan bertanggung jawab.
Pembelajaran sosial emosional merupakan pembelajaran yang berfokus pada potensi akademik
yang bertujuan menciptakan minat siswa dalam menerima pembelajaran dikelas dengan
menumbuhkan rasa percaya diri serta mampu menciptakan rasa tanggung jawab dan mampu
menerima dan menghargai pendapat orang lain dan pembelajaran sosial emosional
mengedepankan keseimbangan implementasi yang semakin relevan mengingkat meningkatnya
kasus – kasus gangguan Kesehatan mental, konflik antar pelajar, serta kebutuhan penguatan
karakter sebab pentingnya peran guru dalam menanamkan nilai – nilai sosial dan emosional sejak
dini, agar tercipta generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga cerdas dalam
intelektual, akhlaq dan sopan santun serta kematangan emosional siswa.
- B. Mengapa Pembelajaran Sosial Emosional Sangat Penting ?
Pembelajaran sosial emosional sangat penting karena berperan besar dalam meningkatkan
kesejahteraan emosional dalam bentuk mengurangi stress dan kecemasan, meningkatkan rasa
percaya diri, mencegah gangguan kesehatan mental. Mampu membangun hubungan yang sehat
dengan berempati terhadap orang lain, bekerja sama dalam tim, meenyelesaikan konflik secara
damai. Mampu menciptakan prestasi akademik siswa karena lebih focus, memiliki motivasi yang
tinggi, menunjukkan peningkatan nilai akademik. Mampu mengambil Keputusan yang
bertanggung jawab, mempunyai kemampuan menyelesaikan masalah dan mampu mengelola
manajemen waktu dan stress. Tidak terlibat dalam bullying atau kekerasan, lebih disiplin,
membentuk kelas yang inklusif dan ramah aman dan menyenangkan.
- C. Tujuan pembelajaran sosial emosional
• Meningkatan rasa percaya diri dan optimis
• Memahami kekuatan dan kelemahan diri dalam mengenali emosi diri
• Mengembangkan disiplin diri, motivasi dan ketekunan
• Menunjukkan empati terhadap orang lain dan etika dalam berinteraksi
• Membangun dan memelihara hubungan yang sehat dengan komunikasi yang jelas dan
efektif
• Menyelesaikan konflik dan mampu bekerja secara tim
• Menciptakan individu yang utuh secara emosional, sosial dan moral
• Mempersiapkan generasi yang Tangguh bijaksana dan peduli terhadap sesama
• Mendukung keberhasilan hidup di sekolah pekerjaan dan Masyarakat.
- D. Apa itu pembelajaran sosial emosional (PSE)
Pembelajaran sosial emosional (Social and Emotional Learning/SEL) adalah proses pendidikan
yang membantu individu, khususnya anak – anak dan remaja mengembangkan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan penting dalam memahami dan mengelola emosi, memiliki tujuan yang positif,
mempunyai rasa empati kepada orang lain, menjalin dan mempertahan hubungan yang sehat, serta
mebuat Keputusan yang bertanggung jawab. Kemudian menurut CASEL pembelajaran sosial
emosional bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan pribadi tetapi juga untuk menciptakan
lingkungan belajar yang aman, mendukung, siswa merasa diperhatikan dan dipahami yang membuat
siswa mampu aktif dan semangat dalam belajar. SEL adalah Upaya sistematis untuk membekali
siswa dengan ketrampilan hidup yang penting agar mereka dapat sukses di sekolah, pekerjaan dan
di masyarakat. Adapun komponen – komponen pembelajaran sosial emosional menurut CASEL
antara lain;
- 1. Kesadaran diri (Self Awareness)
Kemampuan untuk:
Mengenali emosi pikiran, dan nilai – nilai pribadi, Memahami kekuatan dan kelemahan diri,
Mengembangkan rasa percaya diri dan identitas yang positif
2. Manajemen diri (Self – Management)
Kemampuan untuk mengatur emosi, pikiran dan perilaku secara efektif dalam situasi yang
berbeda. Termasuk mengelola stress, mengontrol dorongan hati, dan menetapkan serta mencapai
tujuan dan akademik
3. Kesadaran sosial(Sosial Awareness)
Memahami perspektif dan empati terhadaporag lain, termasuk yang berasal dari latar belakan
dan budaya yang beragam. Juga mencakuo rasa hormat terhadap orang lain dan pengenalan
terhadap norma sosial dan etika.
4. Ketrampilan relasi (Relationship Skills)
Yaitu menjalin dan memelihara hubungan yang sehat dan mendukung, serta berkomunikasi
secara jelas, mendengarkan secara aktif, bekerja sama, menyelesaikan konflik secara konstruksi,
dan mencari atau menawarkan bantuan bila dibutuhkan.
5. Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab (Resposible Decision – Making)
Membuat pilihan yang kontrukstif dan menghormati etika serta keselamatan diri dan orang lain,
ini termasuk mengevaluasi konsekuensi dari Tindakan dan mempertimbangkan kesejahteraan
diri sendiri dan orang lain.
- E. Manfaat pembelajaran PSE bagi guru
Adapun manfaat penerapan pembelajaran sosial emosional bagi guru mampu
meningkatkan kesejahteraan emosional guru cenderung memiliki Tingkatstreslebih rendah, mampu
meningkatkan kesadaran diri dan kemampuan mengelola emosi, sehingga guru lebih tenang dan
siap menghadapi tantangan. Menciptakan lingkungan belajar yang positif dengan adanya proses
belajar yang positif dapat menciptakan suasana kelas yang aman, tenang dan kondusif agar proses
belajar siswa lebih aktif, efektif dan bermanfaat. Meningkatkan ketrampilan manajemen kelas
dengan memahami dinamika emosi siswa, guru lebih mudah mengelola perilaku secara positif dan
membangun. Meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dengan tujuan siswa merasa dihargai
secara emosional, mereka cenderung lebih focus, termotivasi, dan terlibat aktif dalam pembelajaran.
Mengembangkan kompetensi sosial – emosional guru sendiri disini guru belajar dan tumbuh secara
pribadi melalui proses tersebut, kemudian guru menjadi lebih empatik, komunikatif dan reflektif.
Meningkatkan professional guru.
- F. Manfaat PSE bagi siswa
Dengan adanya pembelajaran sosial emosional siswa mampu meningkatkan kesadaran diri
dengan memahami perasaan, pikiran, dan nilai – nilai pribadi meningkatkan rasa percaya diri dan
penghargaan terhadap diri sendiri. Meningkatkan kemampuan mengelola emosi dan stress seperti
bisa mengontrol emosi Ketika marah, cemas, atau kecewa dan mampu menghadapi pembelajaran
akademik atau masalah pribadi dengan cara yang positif. Meningkatkan ketrampilan sosial dan
relasi mengajarkan cara berkomunikasi dengan baik, bekerja sama dan menyelesaikan konflik
secara positif dan mampu membangun dan mempertahankan hubungan yang sehat dengan teman,
guru, dan keluarga. Mampu mengambil Keputusan dengan mempertimbangkan konsekuensi dari
tindakan mereka dan memiliki kemampuan yang logis, etis dan tanggung jawab. Meningkatkan
prestasi akademik mampu menciptakan suasana kelas yang aman yang nantinya untuk proses
belajar lebih mudah dan memiliki prestasi karena siswa mampu berfokus, termotivasi dan
semangat dengan baik. Meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan dengan memiliki
mental yang baik mampu mengurangi rasa cemas yang berlebihan dan mampu menghadapi
tantangan. Menumbuhkan empati dan toleransi mampu menghargai dan memahami pendapat
orang lain, membentuk generasi yang unggul dan menghargai perbedaan.
- G. Refleksi
Pengalaman selama mengajar mata Pelajaran informatika terjadi beberapa masalah yang sering
muncul yaitu siswa belum atau masih merasa asing dengan pembelajaran informatika karena siswa
masih sedikit yang mengenali atau masih bingung tentang kegunaan, manfaat atau fungsi dari
informatika dalam kehidupan sehari – hari dengan demikian sehingga saya mengadakan kerja
kelompok namun dengan hasil dari kerja kelompok banyak siswa yang masih pasif, belum mampu
mengelola waktu dengan baik sehingga saat mengumpulkan tugas terlewat batas deadline, dan
kekompokan antara kelompok serta pembagian tugas belum terlaksana dengan baik, banyak terjadi
perbedaan pendapat kurangnya komunikasi sehingga dengan penerapan pembelajaran sosial
emosional saya mendapat pengalaman baru untuk mengevaluasi dari pihak saya dan siswa
mengidentifikasi masalah, penyelesaian masalah pengembangan ketrampilan dan emosional
kemudian untuk siswa bermanfaat untuk menghargai pendapat orang lain, komunikasi yang baik,
bertanggung jawab dan aktif dalam kelompok maupun tim. Sehingga nantinya saya mampu
menerapkan ketrampilan sosial emosinal, lingkungan kelas yang aman dan positif dan
menyenangkan serta meningkatkan prestasi akademik siswa.
- Aksi nyata
Pembukaan kelas dengan mengajak siswa menyampaikan kabar mereka dan menyebutkan
perasan mereka dan dilanjutkan dengan motivasi dilanjutkan dengan pemberian aturan kelas atau
kesepakatan didalam kelas dengan didiskusikan secara demokratis dengan tujuan mampu
mengambil Keputusan dan bertanggung jawab. Pembagian kerja kelompok dengan bertujuan
terjalin Kerjasama tim dan komunikasi yang sehat. Melakukan refleksi dari pembelajaran dengan
mengevaluasi kekurangan serta sampai mana siswa mampu memahami pembelajaran tersebut.
Memberikan umpan balik dengan menghargai proses, usaha dan sikap kerja sama siswa.
Melakukan break agar suasana tetap bisa fokus, kondusif dan memberikan tantangan, menyikapi
sosial anak dengan memperhatikan dan memahami perasaan emosional siswa serta menghargai
perbedaan pendapat orang lain dan memberikan contoh yang
- positif.Umpan balik rekan sejawat
1. Indah wulandari, S.Pd.
Pendekatan yang anda paparkan mampu menmbantu saya dalam pembelajaran sosial
emosional suasana kelas yang terasa hangat, dan siswa tampak saling menghargai.
Mengapresiasi pendekatan yang positif dan memberdayakan siswa secara sosial dan
emosional dengan baik dan mampu mengelola kerja kelompok dengan baik
2. Saroratul lailiyah, S.Pd.
Saya menghargai cara Ibu Lia dalam mengelola diskusi dengan menghargai disetiap
pendapat siswa, termasuk memberi ruang pada siswa yang awalnya malu untuk berbicara
sampai berani berpendapat dengan rasa percaya diri.
- Umpan balik bagi siswa
Siswa lebih senang dan percaya diri karena guru memberikan kesempatan kepada semua
siswavuntuk berbicara, siswa bisa bekerja sama dengan baik dalam kelompok dan suasana kelas
sangat mendukung. Menambah pengetahuan dan dapat membantu siswa lebih sadar cara bersikap
dan berinteraksi dengan orang lain.
- Kesimpulan
Proses membantu siswa untuk belajar memahami perasaan diri dan orang lain, mengelola
emosi dan stress dengan cara yang sehat, berkomunikasi dan bekerja sama secara efektif, mampu
menyelesaikan masalah dengan damai mampu membuat Keputusan dengan bijaksana. Mampu
menciptakan lingkungan belajar yang aman untuk mendukung hubungan guru dengan siswa,
meningkatkan managemen kelas, serta mendukung proses pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Guru juga lebih mudah untuk mengenali emosional siswa dan mampu memahami persiswa
sehingga terjalin dengan kerjasama yang baik dan menyenangkan.
Komentar
Posting Komentar